Menganalisis pasar konsumen dan
perilaku pembeli
MAKALAH
Diajukan
guna memenuhi tugas dalam mata kuliah manajemen pemesaran
Disusun
Oleh:
1. Ali Akbar Ayatuloh (10390134)
2. Charisah (10390106)
3. Bambiny De andrean (08390016)
Kelas: KUI-C
Dosen:
Joko Setyono, SE.
KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
Pembeli
memegang peran penting dalam suatu kegiatan eonomi. Bagi seorang produsen,
pembeli merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan kena tanpa pembeli produsen
tidak bias apa-apa.
Pembelian
dalam ilmu ekonomi dalam ilmu ekonomi disebut sebagai kemampuan konsumen dalam
membeli barang atau sering disebut dengan daya beli. Bila pendapatan masyarakat
besar akan mengakibatkan kenaikan pada daya beli masyarakat. Hal ini juga
berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, karena apabila pendapatan meningkat, akan
juga menaikkan daya beli masyarakat atau apabila daya beli turun, dilihat dari
sisi produsen akan mengakibatkan kerugian.
Perilaku
pembeli dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti factor budaya, social,
pribadi, psykologis.[1]
Selain itu juga dapat dilihat dari berhal yang nanti akan dijelaskan lebih
lanjut pada bab pembahasan. Hal ini
penting untuk bias menentukan pasar dan juga untuk menentukan setrategi pasar
yang akan digunakan.
BAB II
PEMBAHASAN
Model perilaku konsumen
Tujuan pemasaran adalah untuk
memenuhi serta memuaskan keinginan pelanggan yang menjadi objek atau sasaran
pasar yang dituju. Bidang ilmu perilaku konsumen mempelajari tentang bagaimana
individu atau kelompok atau organisasi memilih membeli, memakai, serta
memanfaatkan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan
kebutuhan dan hasrat mereka.[2]
Faktor-faktor yang
Berpengaruh dalam Pengambilan keputusan
- Faktor Personal
Motivasi adalah dorongan internal untuk melakukan tindakan
sebagai usaha pemenuhan kebutuhan. Dimana manusia itu memiliki kebutuhan
jasmani, rohani dan psikis. Menurut Herzberg, mengembangkan teori dua faktor satisfier
(faktor- faktor yang menyebabkan kepuasan) ketidak beradaan dissatisfier tidaklah
cukup sebaliknya satisfier harus ada secara aktif untuk memotivasi suatu
pembelian. Teori motivasi Herzberg memiliki dua motivasi pertama penjual
harus berusaha sebaik-baiknya menghindari dissatisfier (contoh buku
petunjuk kebijakan yang buruk atau pelayanan yang buruk). Walaupun hal-hal itu
tidak menyebabkan lakunya sebuah produk hal itu bisa dengan mudah menyebabkan
produk tidak terjual.
Selain itu ada juga teori dari Maslow yang
menjelaskan tentang dorongan seseorang akan kebutuhan tertentu pada saat-saat
tertentu. Mengapa seseorang menghabiskan waktu dan tenaga besar untuk
mendapatkan pengaman pribadi dan orang lain untuk mendapatkan penghargaan dari
sesamanya? Jawaban Maslow adalah karena kebutuhan manusia tersusun dalam
haerarki dari yang peling mendesak sampai yang kurang mendesak berdasarkan
tingkat kepentingannya. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik, keamanan,
social, dan aktualisasi diri. Pertama-tama
orang akan memuaskan kebutuhan mereka yang paling penting. Jika seseorang
berhasil memuaskan kebutuhan yang penting, kebutuhan tersebut tidak akan
lagi menjadi motivator dan ia akan berusaha memuaskan kebutuhan terpenting
berikutnya. Teori Maslow membantu pemasar memahami bagaimana bermacam-macam
produk dan tenaga besar dapat disesuaikan dengan rencana, sasaran dan kehidupan
konsumen
- Faktor Sosial
Faktor sosial, adalah pengaruh-pengaruh eksternal terhadap keputusan
seseorang. Faktor tersebut meliputi peran seseorang dimasyarakat dan hubungan
sosial terdekat yaitu keluarga sampai pengaruh budaya.
Keluarga, merupakan organisasi pembelian (kosumen) yang paling
penting dalam masyarakat dan menjadi objek penelitian yang penting dalam
masyarakat, dan ia telah menjadi obyek penelitian yang luas. Anggota keluarga
merupakan acuan primer yang paling berpengaruh kita dapat membedakan dua
keluarga adalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua
dan saudara kandung seseorang dari orang tua seorang mendaoatkan orientasi atas
agama, politik, ekonomi serta ambisi pribadi, haraga diri dan cinta bahkan jika
pembeli tidak lagi berinteraksi dengan keluarganya pengaruh keluarga terhadap
pembeli tetap akan berpengaruh signifikan. Dinegara-negara dimana orang tua
tinggal dengan anaknya yang sudah dewasa, pengaruh mereka menjadi sangat besar.
Pengaruh yang langsung terhadap pembeli dalam kehidupan sehari-hari adalah
keluarga proreaksi yaitu pasangan anak-anak seseorang.
Kelompok Reverensi, dalah kelompok yag secara langsung
atau tidak langsung mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang.
Klas Strukture, adalah tingkatan adari struktur klas
yang berjenjang dan relative permanen dalam persamaan nilai dan perilaku.
Subkultur,adalah kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan sistem
nilai berdasarkan situasi dan pengalaman hidupnya. Masing-masing budaya terdiri
dari subkultur yang lebih kecil yang memberikan cirri sosialisasi khusus bagi
anggota-anggotanya sub kultur terdiri dari budaya, kelompok, ras dan kelompok
geoggrafis. Banyak sub budaya yang membentuk segmen pasar penting dan pemasar
sering merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan
mereka.
Kultur, adalah perilaku keinginan yang paling mendasar, atau sistem
nilai, presepsi, kebutuhan dan perilaku yang di pahami bagi setiap anggota
masyarakat melalui keluarga atau kelompok penting lainnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada model prilaku konsumen, proses prilaku dibedakan atas
rangsangan dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri.
Sedang proses pemgambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal maupun
sosial. Semua itu bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia tersusun
dalam hierarki dari yang paling mendesak sampai yang kurang mendesak
berdasarkan urutan tingkat kepentingannya, kebutuhan tersebut adalah kebutuhan
fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri.
Sehingga Dalam pengambilan keputusan (perilaku konsumen) ada 2 faktor yang
mendukung yaitu faktor personal meliputi motivasi, persepsi, pemahaman kepercayaan,
sikap dan kepribadian seseorang. Dan faktor sosial meliputi aspek kultur,
subkultur, kelas sosial, kelompok reverensi, keluarga serta peran dan status
seseorang dalam kehidupan kelompok. Riset terhadap semua faktor-faktor
ini dapat memberikan petunjuk bagaimana cara merangkul dan melayani konsumen
agar lebih efektif.
DAFTAR PUSTAKA
3. Philip Kotier dan Kevin Lane Keller,
Manajemenpemasaran. Jakarta, aerlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar