Cari Blog Ini

Kamis, 13 Oktober 2011



Menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli

MAKALAH
Diajukan guna memenuhi tugas dalam mata kuliah manajemen pemesaran
Disusun Oleh:
1.      Ali Akbar Ayatuloh            (10390134)
2.      Charisah                              (10390106)
3.      Bambiny De andrean          (08390016)

Kelas: KUI-C
Dosen:
Joko Setyono, SE.

KEUANGAN ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
2011

BAB I
PENDAHULUAN

Pembeli memegang peran penting dalam suatu kegiatan eonomi. Bagi seorang produsen, pembeli merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan kena tanpa pembeli produsen tidak bias apa-apa.
Pembelian dalam ilmu ekonomi dalam ilmu ekonomi disebut sebagai kemampuan konsumen dalam membeli barang atau sering disebut dengan daya beli. Bila pendapatan masyarakat besar akan mengakibatkan kenaikan pada daya beli masyarakat. Hal ini juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, karena apabila pendapatan meningkat, akan juga menaikkan daya beli masyarakat atau apabila daya beli turun, dilihat dari sisi produsen akan mengakibatkan kerugian.
Perilaku pembeli dapat dilihat dari berbagai sisi, seperti factor budaya, social, pribadi, psykologis.[1] Selain itu juga dapat dilihat dari berhal yang nanti akan dijelaskan lebih lanjut pada bab pembahasan.  Hal ini penting untuk bias menentukan pasar dan juga untuk menentukan setrategi pasar yang akan digunakan.








                                                               
BAB II
PEMBAHASAN
Model perilaku konsumen
Tujuan pemasaran adalah untuk memenuhi serta memuaskan keinginan pelanggan yang menjadi objek atau sasaran pasar yang dituju. Bidang ilmu perilaku konsumen mempelajari tentang bagaimana individu atau kelompok atau organisasi memilih membeli, memakai, serta memanfaatkan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka.[2]
Faktor-faktor yang Berpengaruh dalam Pengambilan keputusan
  1. Faktor Personal
Motivasi adalah dorongan internal untuk melakukan tindakan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan. Dimana manusia itu memiliki kebutuhan jasmani, rohani dan psikis. Menurut Herzberg, mengembangkan teori dua faktor satisfier (faktor- faktor yang menyebabkan kepuasan) ketidak beradaan dissatisfier tidaklah cukup sebaliknya satisfier harus ada secara aktif untuk memotivasi suatu pembelian. Teori motivasi Herzberg memiliki dua motivasi pertama penjual harus berusaha sebaik-baiknya menghindari dissatisfier (contoh buku petunjuk kebijakan yang buruk atau pelayanan yang buruk). Walaupun hal-hal itu tidak menyebabkan lakunya sebuah produk hal itu bisa dengan mudah menyebabkan produk tidak terjual.
 Selain itu ada juga teori dari Maslow yang menjelaskan tentang dorongan seseorang akan kebutuhan tertentu pada saat-saat tertentu. Mengapa seseorang menghabiskan waktu dan tenaga besar untuk mendapatkan pengaman pribadi dan orang lain untuk mendapatkan penghargaan dari sesamanya? Jawaban Maslow adalah karena kebutuhan manusia tersusun dalam haerarki dari yang peling mendesak sampai yang kurang mendesak berdasarkan tingkat kepentingannya. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik, keamanan, social, dan aktualisasi diri. Pertama-tama orang akan memuaskan kebutuhan mereka yang paling penting. Jika seseorang berhasil  memuaskan kebutuhan yang penting, kebutuhan tersebut tidak akan lagi menjadi motivator dan ia akan berusaha memuaskan kebutuhan terpenting berikutnya. Teori Maslow membantu pemasar memahami bagaimana bermacam-macam produk dan tenaga besar dapat disesuaikan dengan rencana, sasaran dan kehidupan konsumen

  1. Faktor Sosial
Faktor sosial, adalah pengaruh-pengaruh eksternal terhadap keputusan seseorang. Faktor tersebut meliputi peran seseorang dimasyarakat dan hubungan sosial terdekat yaitu keluarga sampai pengaruh budaya.
Keluarga, merupakan organisasi pembelian (kosumen) yang paling penting dalam masyarakat dan menjadi objek penelitian yang penting dalam masyarakat, dan ia telah menjadi obyek penelitian yang luas. Anggota keluarga merupakan acuan primer yang paling berpengaruh kita dapat membedakan dua keluarga adalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang dari orang tua seorang mendaoatkan orientasi atas agama, politik, ekonomi serta ambisi pribadi, haraga diri dan cinta bahkan jika pembeli tidak lagi berinteraksi dengan keluarganya pengaruh keluarga terhadap pembeli tetap akan berpengaruh signifikan. Dinegara-negara dimana orang tua tinggal dengan anaknya yang sudah dewasa, pengaruh mereka menjadi sangat besar. Pengaruh yang langsung terhadap pembeli dalam kehidupan sehari-hari adalah keluarga proreaksi yaitu pasangan anak-anak seseorang.
Kelompok Reverensi, dalah kelompok yag secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang.
Klas Strukture, adalah tingkatan adari struktur klas yang berjenjang dan relative permanen dalam persamaan nilai dan perilaku.
Subkultur,adalah kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan sistem nilai berdasarkan situasi dan pengalaman hidupnya. Masing-masing budaya terdiri dari subkultur yang lebih kecil yang memberikan cirri sosialisasi khusus bagi anggota-anggotanya sub kultur terdiri dari budaya, kelompok, ras dan kelompok geoggrafis. Banyak sub budaya yang membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Kultur, adalah perilaku keinginan yang paling mendasar, atau sistem nilai, presepsi, kebutuhan dan perilaku yang di pahami bagi setiap anggota masyarakat melalui keluarga atau kelompok penting lainnya.









BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada model prilaku konsumen, proses prilaku dibedakan atas rangsangan dari perusahaan dan rangsangan dari lingkungan konsumen itu sendiri. Sedang proses pemgambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor personal maupun sosial. Semua itu bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki dari yang paling mendesak sampai yang kurang mendesak berdasarkan urutan tingkat kepentingannya, kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial dan kebutuhan aktualisasi diri. Sehingga Dalam pengambilan keputusan (perilaku konsumen) ada 2 faktor yang mendukung yaitu faktor personal meliputi motivasi, persepsi, pemahaman kepercayaan, sikap dan kepribadian seseorang. Dan faktor sosial meliputi aspek kultur, subkultur, kelas sosial, kelompok reverensi, keluarga serta peran dan status seseorang dalam kehidupan kelompok.  Riset terhadap semua faktor-faktor ini dapat memberikan petunjuk bagaimana cara merangkul dan melayani konsumen agar lebih efektif.





DAFTAR PUSTAKA

3.       Philip Kotier dan Kevin Lane Keller, Manajemenpemasaran. Jakarta, aerlangga.












[1] http://dikkyprima.wordpress.com/2009/01/20/menganalisis-pasar-konsumen-dan-perilaku-pembeli/
[2] http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_23085/title_menganalisis-pasar-konsumen-dan-perilaku-pembeli/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar